Tuesday, October 7, 2025

Rangga dan Cinta | In-Depth Review

Di sela-sela kesibukan dalam mempersiapkan preorder novel pertama saya, Riman dan Kira, saya menyempatkan untuk menonton sebuah remake dari Ada Apa dengan Cinta, yang merupakan film coming-of-age legendaris Indonesia, yaitu Rangga dan Cinta.

Fun fact, saya belum pernah menonton secara penuh film Ada Apa dengan Cinta. Pada beberapa kesempatan, saya hanya menonton sekelibat-sekelibat saja, entah dari penayangan tv nasional ataupun via platform streaming. Lucunya lagi, saya malah sudah menonton secara penuh Ada Apa dengan Cinta 2 haha. Berbekal 2 fakta menyenangkan itulah saya memutuskan untuk menonton Rangga dan Cinta.

Rangga dan Cinta adalah sebuah film remake dari Ada Apa dengan Cinta yang mengusung tema musikal yang kental. Jangan kaget kalau akan ada banyak scene menyanyi dari para castnya. Untuk penonton yang tidak terbiasa film musikal pasti akan terganggu dengan pace ceritanya yang bisa saja sedang sangat serius, namun dipatahkan dengan adegan menyanyi beserta koreonya.

Hampir semua main cast dari Rangga dan Cinta adalah wajah baru, sebut saja Leya Princy sebagai Cinta dan El Putra Sarira sebagai Rangga yang begitu terlihat menikmati perannya dalam film mereka ini.

Pengalaman menonton Rangga dan Cinta akan menjadi sulit jika kamu sudah menonton Ada Apa dengan Cinta, karena tidak akan ada yang bisa melepaskan karakter Ada Apa dengan Cinta dengan original cast-nya. Namun, jika kamu belum menonton Ada Apa dengan Cinta seperti saya, maka menonton Rangga dan Cinta akan menjadi menyenangkan.

Akhirnya saya mengerti, mengapa IP dari Ada Apa dengan Cinta sangat legendaris dan menjadi sumber kenangan indah oleh banyak orang yang menontonnya.

Kehidupan SMA yang dinamis, persahabatan, jatuh cinta, permasalahan keluarga, pesan moral, sampai ending yang iconic berhasil menyusun sebuah runtutan cerita yang sangat berkesan. Ada Apa dengan Cinta juga mengingatkan saya bahwa perasaan sayang dan cinta dapat terjadi tanpa intensi awal serta dibuat mulur sampai jutaan detik di masa depan.

Rangga dan Cinta jelas hadir bukan untuk menggantikan Ada Apa dengan Cinta. Namun, kehadirannya untuk berjumpa dengan penonton di generasi terbarunya menjadi sama penting. Untuk menjadi inspirasi dan penanda bahwa masa-masa indah dapat kita ciptakan semasa remaja.

Hati saya masih berbunga setelah menyaksikan Rangga dan Cinta. Semoga saja selekang 1 purnama yang ternyata masanya berbeda antara di New York dan Jakarta.

Oh, iya.

Preorder novel perdana saya, Riman dan Kira, dibuka mulai tanggal 15 Oktober 2025.

Monday, July 14, 2025

Sore: Istri dari Masa Depan (2025) | In-Depth Review

Aku dipertemukan oleh Sore, si Istri dari Masa Depan yang seharusnya kalian sudah pernah lihat itu, sekitar tahun 2020. Its quite late, karena web series dari Sore hadir di tahun 2017 di youtube official Tropicana Slim. Kala itu, seperti manusia-manusia di bumi pada umumnya, kita tidak memiliki aktivitas selain menghabiskan waktu untuk berselancar di internet. Begitu pun aku, sampai akhirnya bertemu dengan Sore dan Jonathan.

Aku menonton Sore (2017) tanpa ekspektasi, dan berbekal kecintaanku pada genre romance maka aku mulai menonton series sebanyak 9 episode itu. Setelah menghabisi semua episodenya, aku (dan banyak orang lainnya) jatuh cinta dengan kisah dari Sore dan Jonathan. Mungkin Sore (2017) membuatku memulai menonton banyak web series di youtube dan menjadikan parameter tersendiri untuk standar cerita web series yang bagus.

Kehidupan berjalan dan 8 tahun berselang, Sore: Istri dari Masa Depan (2025) hadir dalam format film panjang dan ditayangkan di bioskop.

Ketika mengetahui akan ada film panjang dari Sore, aku sangat excited. Karena, entah mengapa memori dan kesan dari Sore versi 2017 menyeruak di kepalaku. Ada semacam rindu yang seketika hadir dengan karakter dan cerita yang kita cintai bersama-sama.

Film panjang Sore dibuat dengan garis besar cerita yang sama. Jonathan (Jo), yang Kembali diperankan oleh Dion Wiyoko, adalah seorang fotografer freelance yang sedang menetap di suatu kota yang sangat sepi di Kroasia, sedang berburu foto untuk diajukan dalam sebuah pameran, yang dibantu temannya, Carlo. Hingga pada suatu pagi, ketika Jo baru saja terbangun dari tempat tidurnya, ada seorang perempuan yang sudah terduduk di kasur tempat Jo tertidur, sedang menatap Jo dengan penuh perasaan.

Sontak, Jo terkaget dan melompat dari kasur tersebut dan bertanya kepada perempuan tersebut, siapa dia? Perempuan tersebut menjawab,

“Aku Sore. Istri kamu dari masa depan”

Bagi mereka yang sudah menonton web seriesnya, semua nuansa gambar, latar, musik, seketika membawa kita kembali ke Sore versi web seriesnya. Ada rindu yang terbalaskan di sana dan sangat besar.

Sore (2025), yang diperankan oleh Sheila Dara, berakting sangat kuat. Sebegitu kuatnya sampai seluruh emosi yang disampaikan melalui matanya terasa begitu dalam. Yandy dan Mita, selaku sutradara dan produser, memang menyatakan bahwa salah satu kekuatan terbesar dari Sore versi film panjang adalah mata dari Sheila dan Dion. Dan aku akui, janji Yandy dan Mita terbayar melebih ekspektasi.

Sore yang hadir dari masa depan, ingin membuat Jonathan berkehidupan yang lebih sehat. Jo yang setiap hari merokok, jarang meminum air mineral, dan suka begadang, ingin Sore ubah, Karena dengan pola hidup seperti itu, Jo akan meninggal saat dirinya sudah menjalani kehidupan pernikahan bersama Sore.

Banyak kesamaan yang dihadirkan Sore versi film panjang dengan Sore versi web series. Namun, terdapat perbedaan yang membuat kedua karya ini menghasilkan ending yang berbeda.

Sore versi film panjang adalah kemegahan dari idealisme Yandy Laurens untuk berani membawakan serta mengaransemen ulang cerita yang sudah sangat dicintai oleh banyak orang ini.

Alasan tersebut adalah, bagaimana pandangan Yandy mengenai pernikahan yang ternyata bertambah setelah melalui pernikahannya dengan Joeanne. Tentang bagaimana cinta adalah bentuk dari usaha yang tidak pernah putus.

Tidak ada transaksi dalam cinta. Karena yang terjadi adalah kita yang selalu ingin memberi atau melakukan hal lebih untuk pasangan kita, selamanya.

Kita bisa berdebat panjang mengenai Sore versi mana yang lebih bagus, opini semua orang valid. Tapi pelajaran yang disampaikan oleh Sore versi film panjang adalah sesuatu yang jelas tidak akan kamu dapatkan dari Sore versi web series.

Memilih kamu, sekalipun dalam kehidupan ke-10 ribu, rasanya agak mustahil untuk dibuktikan. Peradaban manusia belum semaju itu untuk menciptakan dunia paralel atau time travelling.

Namun, entah kenapa, itu adalah ungkapan yang paling romantis belakangan ini. Untuk menunjukkan betapa yakinnya Sore memilih Jonathan untuk menjadi pasangan hidupnya, selamanya.

Sunday, April 20, 2025

Pertemuan dengan Istri dari Masa Depan

Apa yang akan kamu lakukan jika tiba-tiba, kamu dipertemukan dengan istri atau suami kamu dari masa depan?

Reaksi pertama, pasti kaget.

Selanjutnya, ga percaya.

Setelahnya, kamu akan jungkir balik dan ditutup dengan kayang karena salah tingkah.

Oke yang terakhir aku ngarang.

Tentu saja, dipertemukan dengan seseorang dari masa depan adalah sesuatu yang tidak mungkin. Setidaknya di era ini. Sekalipun kita telah memiliki teori relativitas dan mekanika kuantum, teknologi yang membawa manusia ke masa lalu atau masa depan rasanya masih sangat jauh untuk kita rasakan. Mungkin tidak dalam kehidupan kita juga.

Aku mengenal, beberapa teman-temanku yang memiliki istri atau suami yang mereka sudah mengenal dari bangku sekolah. Jika mereka ternyata dipertemukan dengan jodoh mereka dari masa depan, maka agaknya rasa kaget atau shocknya bisa jadi berkurang.

Namun, bagaimana jika ternyata kamu bertemu dengan istri atau suami dari masa depan yang selama ini kamu tidak pernah bertemu dengannya?

Konsep fiksi ini sangat menarik buatku. Bukan tentang bagaimana caranya seseorang dari masa depan mengerahkan segala upayanya untuk bertemu dengan kita. Namun dari bagaimana urgensi mengapa orang tersebut ingin bertemu kita dari masa depan.

Bayangkan, kamu adalah pekerja kantoran biasa. Yang menjalani rutinitas biasa. Bekerja dari jam 8 ke jam 5. Membeli kopi di pagi hari karena kamu membutuhkan kafein akibat kebiasaan yang membuatmu kurang tidur setiap harinya. Lalu saat kamu ingin membeli americano normal sugarmu itu, tiba-tiba ada seseorang dari sebelahmu dan bilang,

“Kamu bisa ga gausah beli kopi dengan gula yang sebanyak itu lagi”

Seperti yang kubilang.

Reaksi pertama, pasti kaget.

Selanjutnya, ga percaya.

Setelahnya, kamu akan menambah gula lagi untuk americanomu karena kamu kesal dilarang untuk melakukan rutinitas pagimu setiap harinya.

Oke, yang itu juga ngarang. 

Karena biasanya kita harus terlihat cool di depan orang yang belum kita kenali.

“Ehm sorry, kakaknya siapa ya?”

“Aku? Aku istri kamu dari masa depan”

Ya masa iyaaaaaaa wkwkwk tidak akan ada yang percaya dengan pertemuan model seperti ini.

Tapi memangnya, ada urgensi apasih jodoh kita dengan segala intrik dan rahasia teknologi (atau sihirnya) yang dengan susah payah datang jauh dari masa depan untuk menemui kita 1 atau bahkan 5 tahun ke belakang?

Yang pertama mungkin karena jodoh kita ingin merubah kebiasaan buruk kita agar hidup lebih sehat di masa depan

Yang kedua mungkin karena terdapat kejadian buruk dan jodoh kita berusaha untuk menghindarkan kita terkena kejadian buruk tersebut

Atau yang ketiga, hanya sekedar ingin bertemu saja. Ingin menghabiskan waktu lebih banyak dan mengenal sisi jodoh kita di saat lebih muda

Terlepas apapun alasan kehadirannya, kedatangan istri atau suami dari masa depan adalah konsep yang romantis dan menarik untuk diikuti.

Jangankan dari masa depan, didatangi besok pun aku sudah pasti akan kaget.

Sore: Istri dari Masa Depan buatan Yandy Laurens akan tayang 10 Juli 2025 di bioskop kesayangan kamu. Ditonton ya!

 

Sunday, November 17, 2024

10 Years of Being Single

It’s already a decade, since last time I had a relationship. I found it pretty weird, because I always see myself as a person who really likes romantic things, romance stories, romance movies, but I ended up 10 years on being single. For people that didnt know me well must be reacting like, “Ah masa sih, Dhan orang kaya lo single selama 10 tahun?”. But seriously, its already a decade since last time I had a relationship and surprisingly, it really felt just like yesterday.

I remember, when I broke up with my ex 10 years ago. I kinda like made a commitment for myself, “I have to be ready in all aspects to finally brave enough to find a partner again”. From mentality, resources, till economically. Looking back right now, even I see myself back then really pushed me that hard. I really had a harsh mindset to live despite my romantic needs going opposite haha But I didn’t regret on my decision.

Back when I was in college, I literally got no time to do other things beside my college activities. I was very lucky to be choosen to become kinda like coordinator of my department and gratefully everything went well. If a had a girlfriend at that time, I might be cant be present for my girlfriend and everything would turns out bad.

My college years were fantastic, and I graduated happily in October 2017. Soon as I graduated, I start fastly to looking for a job. And my first official job need me to work in Bandung, March 2018. So many things happened to my life in span my life at Bandung until today. But on the other hands, I was not seeking, effortly, a partner at that time. And then rumours start to circling me. From my inability to move on till I was not felt loneliness because I had many friends to talk to.

Honestly, in these past 10 years, I trying to find a partner. But every attempt just didn’t end well. And for loneliness issue, oh… I dealt with it in harsh way that I decided too haha

Luckily, when my friends didn’t around. I can funnel my time to doing many things that I liked, such as playing Dota 2, reading manga, watching movies, and write my feelings down into blog or short story.

This 10 years of being single also teach me how to depend on myself far more better. It helps me on being happy with everything that I do. I become more and more mature and independent. And I realized, that the happiness come from myself. That’s the positive things haha the negative things for being independent I guess my sense on seeking for help to anyone is being compressed. I need to work on it I guess haha

Sometimes, I wonder, what my life would have been if I had a relationship in these past 10 years. But if someone asked, did I regret on not being able to have a relationship in these past 10 years?

Well, the answer is no.

I am very happy with what I become today.

And I guess, right now I am ready to be in relationship again.

Ahaha that it for today.

Lets see what the future holds.


Thursday, May 23, 2024

How to Make Millions Before Grandma Dies - In Depth Review

Di tahun 2018, saya memutuskan untuk bekerja di Bandung setelah mendapat 3 tawaran pekerjaan pada saat yang bersamaan. Keputusan itu adalah kolaborasi antara keinginan saya untuk bekerja sebagai insinyur pesawat terbang dan restu orang tua yang menginginkan saya untuk tinggal di Bandung. Selama 6 tahun saya tinggal dan bekerja di Bandung, ternyata saya baru mendapatkan jawaban sebenarnya kenapa saya harus berada di Bandung untuk waktu selama itu. Dan itu adalah untuk datang ke pemakaman Nenek saya, di tahun 2023.

Saat mendapatkan kabar bahwa Nenek saya meninggal dunia di pagi hari, saya langsung mengurus izin ke kantor dan berangkat naik motor dari Bandung menuju pemakaman keluarga di Sukabumi. Dan Ketika mengantar Nenek saya ke tempat peristirahatan terakhirnya, hati kecil saya berbisik. Ini adalah hal yang tidak akan saya alami jika saya kala itu menerima pekerjaan di luar pulau Jawa. Tepat, di situlah saya merasakan full circle moment. Segala peristiwa dalam hidup yang tidak kita ketahui arahnya akan terjawab dalam waktu yang tidak dapat diprediksi

Kenangan-kenangan itu seketika terputar kembali saat saya menonton film How to Make Million Before Grandma Dies. Saya mengira film ini adalah sebuah film tentang seorang anak yang sangat mencintai Neneknya dan dia ingin memiliki uang yang banyak untuk mewujudkan keinginan Neneknya sebelum meninggal dunia. Ternyata saya salah besar.

Film ini bercerita tentang seorang anak laki-laki Bernama “M” yang ingin mengurus Neneknya yang diketahui mengidap penyakit kanker stadium akhir. M ingin menjadi orang yang paling disayangi oleh Neneknya sehingga nanti Ketika Neneknya meninggal, M mendapat warisan yang besar dari Nenek.

Kurang ajar? Memang. Tidak sekali dua kali saya dibuat menghela napas panjang karena motif M yang sangat tegas tergambar pada setiap aksi-aksinya mengurus Nenek. Tidak Ikhlas dan jelas berharap pamrih dari apa yang dia lakukan. Neneknya pun sudah mencium gelagat M yang tiba-tiba peduli dan ingin mengurusnya.

Namun, bukankah itu justru realita yang banyak terjadi saat ini?

Kekuatan terbesar dari film ini bukan dari bagaimana cerita ini menghadirkan plot twist atau adegan yang bombastis. Tapi dengan dekatnya isu yang disajikan, bagaimana kegiatan sehari-hari yang terjadi antara nenek dengan anak atau cucu, dan relevannya obrolan yang disajikan oleh karakter di dalam film ini entah kenapa begitu mengena di hati saya.

Saya akan bilang, film ini bukan untuk semua orang. Namun jika kamu memiliki hubungan yang special antara seorang cucu dan Nenek, atau seorang anak dan Ibu, ini adalah film yang tepat untukmu. Seminimal mungkin, kamu akan mulai menghargai waktu yang saat ini dapat kamu habiskan dengan mereka.

Banyak orang yang mulai menangis bukan dari puncak konfliknya, namun dari bagaimana film ini memperlihatkan kedekatan sehari-hari antara Nenek dan M. Untuk saya, tangis saya pecah saat mengetahui fakta bahwa Nenek menabung untuk M, sejak M kecil, di setiap bulan, tanpa terputus, dan tanpa pamrih.

Meskipun M telah melupakan itu
Meskipun M datang kembali dalam hidup Nenek dengan sombong dan pamrih
Dan M dengan nyata menyakiti hati Nenek berulang kali

Terkadang, kita perlu diingatkan bahwa mencintai seseorang tidak harus selalu berbalas.

Namun, alangkah lebih baiknya jika seseorang tersebut mengetahui betapa besar rasa sayang kita kepada dirinya

Sebelum kesempatan tersebut menghilang dan perasaan kita tidak akan pernah tersampaikan..

Sunday, May 5, 2024

Rahasia Kehidupan dari Walter Mitty

Saya merasa saat saya SMP sampai SMA, saya tidak pernah berpikir panjang untuk menonton suatu film di bioskop. Karena jika dibandingkan dengan hari ini, saya bisa sangat selektif untuk memilih sebuah film untuk ditonton di bioskop. Sinopsisnya gimana, reviewnya bagus atau engga, sampai penasaran dan harus liat trailernya.

10 tahun yang lalu, saya melihat sebuah poster film seorang pria berpakaian rapi sedang membawa koper di tangannya, namun dia sedang berjalan di udara, setara dengan tingginya Gedung pencakar langit. Entah kenapa, tanpa pikir panjang saya langsung ingin sekali menonton film itu. Sebuah film yang berjudul The Secret Life of Walter Mitty.

Sialnya, layar bioskop dari The Secret Life of Walter Mitty sangat terbatas. Kala itu mall terdekat dari rumah saya, Cibubur Junction, bahkan tidak menayangkan film tersebut (atau mungkin karena terlambat untuk mengecek jadwalnya di web 21cineplex). Berkat pacar saya kala itu yang sangat baik, dia menemani saya untuk pergi ke Pejaten Village (itu adalah kunjungan pertama saya ke Penvil) untuk menonton film yang sangat saya idam-idamkan ini.

Tidak ada ekspektasi apapun, namun Ketika film ini berjalan dari bagian awalnya, saya langsung terkesima dengan bagaimana CGI beserta dentuman kanan kiri dari narasi cerita hadir setelah adegan perkenalan yang khidmat. Belum lagi dengan quotes yang banyak hadir di sepanjang film membuat saya sangat terkesima.

The Secret Life of Walter Mitty bercerita tentang seorang laki-laki paruh baya bernama Walter Mitty yang bekerja sebagai manager pengelolaan asset negative foto untuk dijadikan sampul dari majalah LIFE menghadapi fakta bahwa majalah LIFE akan bertransformasi dari konvensional menjadi digital. Dan hal itu mengakibatkan pengurangan karyawan besar-besaran dari kantornya saat ini.

Majalah LIFE yang akan menerbitkan edisi terakhirnya meminta seorang fotografer andalannya, yaitu Sean O’Connell, untuk mengirimkan foto terbaiknya untuk dijadikan cover majalah tersebut. Sean akhirnya mengirimkan negative film dari fotonya kepada Walter Mitty, namun negative film tersebut ternyata hilang dari paketnya.

Walter Mitty, yang dalam sepanjang hidupnya tidak pernah melakukan apapun di luar rutinitasnya harus menemukan Sean, yang keberadaannya di penjuru dunia tidak pernah diketahui oleh siapapun, demi menanyakan keberadaan negative film tersebut. Dan di sinilah petualangan dimulai

Teruntuk kamu yang belum menonton filmnya, saya menyarankan kamu untuk berhenti di sini. Namun jika kamu tidak khawatir dengan spoiler, please take a ride with me.

“To see the world. Things dangerous to come to. To see behind walls. Draw closer. To find each other. And to feel. That is the purpose of LIFE.

Film ini adalah film dengan pace yang sangat lambat dan menitikberatkan kepada kata-kata inspirasional yang diterjemahkan ke dalam percakapan. Kalau kamu tidak familiar atau tidak menyukai film dengan tema tersebut, jelas ini bukan film untukmu.

Kita akan disuguhkan dengan pemandangan tempat-tempat yang indah. Petualangan yang diambil oleh Walter Mitty membawanya ke tempat-tempat yang tidak pernah dia bayangkan sepanjang hidupnya. Untuk mendapatkan semua hal itu, dia hanya membutuhkan satu keberanian untuk memutuskan hal besar, sekalipun hal itu memiliki nilai beli yang besar. Tapi bukankah itu esensi dari kehidupan?

Walter Mitty sedari awal hidupnya adalah seorang yang pemberani. Dia juga merupakan anak yang memiliki banyak prestasi. Namun di puncak masa remajanya, dia harus merelakan segala mimpinya dan menanggung tanggung jawab kehidupan yang besar. Ketika dia telah menerima bahwa sepanjang hidupnya akan berjalan dengan apa adanya, momen yang mengubah kehidupannya datang. Dan dia menjalani semuanya secara penuh.

Saya melihat, Walter Mitty adalah cerminan dari saya pribadi. Sebegitu membekasnya sampai-sampai semua narasi untuk terus bergerak maju, apapun yang terjadi, betapapun beratnya semua pilihan yang hadir di depan mata, harus selalu kita hadapi.

Di satu fase dalam film tersebut, Walter Mitty tentu saja menghadapi banyak kebuntuan yang akhirnya tidak mempertemukannya dengan tujuannya. Namun, setelah dia mendapatkan esensi dari kehidupan, dia menyadari bahwasanya, tidak selalu apa yang kita inginkan merupakan hal yang terbaik untuk kita dalam kehidupan.

Makna dari kehidupan, pastinya berbeda-beda untuk semua orang. Tapi Ketika kamu menemukannya, saya harap kamu dapat selalu diselimuti dengan damai dan kebahagiaan.

The Secret Life of Walter Mitty saat ini sedang tayang di Netflix!

Tuesday, October 3, 2023

Petualangan Sherina 2 - In Depth Review

Mari kita mulai ulasan ini dengan pernyataan yang sahih.

Saya sangat menyukai film Petualangan Sherina 2.

You know what, I already put my expectation very high before watch this movie and what I got?

I SUPER SATISFIED! HAHA

Saya rasa dimulai dari sini kalian akan membaca banyak sekali hal positif tentang film ini dari kacamata saya. Tapi ya mau gimana lagi? Emang filmnya sebagus itu sih! Haha

Ulasan ini jelas akan menampilkan beberapa spoiler. So, untuk kamu yang belum menonton Petualangan Sherina 2, alangkah baiknya untuk kamu berhenti di sini karena saya tidak ingin mengacaukan kejutan dan pengalaman berharga ketika kamu menyaksikan film ini untuk pertama kalinya

Kalau kamu sudah menonton, please take a seat and lets have a good throwback with me

Sebagai anak kecil yang menyaksikan Petualangan Sherina di VCD pada tahun 2000, saya gak pernah berandai untuk berharap dapat menyaksikan sequel dari Petualangan Sherina dan Sadam kembali. Bahkan mungkin terpikirkan pun tidak. Sherina dan Sadam terlupakan seiring saya beranjak dewasa

Dalam rentang waktu tersebut, Life Happens, persis seperti kata Sadam mencari kata-kata untuk menjelaskan kenapa dia menghilang dari kehidupan Sherina selama 10 tahun lamanya

Sampai akhirnya di umur saya yang ke-27, kabar tentang pembuatan sequel dari Petualangan Sherina muncul, di titik itu saya benar-benar tidak tahu betapa saya ternyata membutuhkan bagaimana kelanjutan dari kisah Sherina dan Sadam

Film ini bercerita tentang Sherina dewasa yang ternyata tidak berubah. Tetap ceria, bersemangat, dan sangat berambisi untuk selalu memberikan yang terbaik untuk apa yang dia kejar. Jalan hidupnya membuat Sherina dipertemukan kembali secara kebetulan dengan sahabat lamanya yang telah menghilang selama 10 tahun, yaitu Sadam, di hutan Kalimantan sebagai manajer program di sebuah lembaga konservasi orangutan

Pertemuan berjarak 10 tahun saja untuk saya sudah menawarkan selling point yang kuat untuk dieksplorasi dalam film ini. Akan tetapi, film ini tidak hanya menjual reuni dua sahabat lama, Sherina dan Sadam kembali bertualang untuk menyampaikan pesan yang sangat penting untuk disampaikan ke seluruh saksi dari kelanjutan cerita mereka berdua

Elemen pendukungnya pun tidak kalah megah dan bersaing apik untuk mencapai puncak kualitas dari karya mereka kali ini. Duet Mira Lesmana dan Riri Riza kembali membuat saya kagum. Dengan bagaimana pengambilan gambar, pemilihan fokus lensa, tone gambar, dan segala hal tentang penyuntingan membuat saya tak henti berdecak kagum

Lagu-lagu tema, scoring, sampai koreo dari pertunjukan musikal dalam film juga membuat saya terhanyut dalam senyum dan beberapa kali membuat saya terharu serta emosional

Ardit Erwandha, Quinn Salman, Isyana Saraswati, Chandra Satria, Kelly Tandiono, Randy Danishta, dan seluruh cast pendukung berhasil membuat warna dan kedalaman yang begitu menyenangkan sekaligus menegangkan

Perkembangan karakter Sherina dan Sadam yang diceritakan dalam waktu 2 jam terasa cukup dan tidak ada yang terlewat. Percakapan, emosi yang ditunjukkan, sampai konklusi yang dihadirkan pasti akan membuat seluruh penonton dari Petualangan Sherina 2 gemas sampai bertepuk tangan.

Seluruh detail tersebut tidak akan berhasil tanpa kehadiran dan kesungguhan dari bintang utama film ini yaitu Sherina Munaf dan Derby Romero

Akhir kata, saya merasa bahwa Petualangan Sherina alangkah baiknya dicukupkan sampai sequelnya yang kedua. Karena siapa yang akan siap dengan kelanjutan kisah Sherina dan Sadam apalagi setelah adegan di scene terakhir? HAHA

Tapi setidaknya kita semua tahu, bahwa dalam universe Petualangan Sherina, Sherina dan Sadam saat ini sedang berkeliling dunia dan menikmati waktu yang mereka bisa habiskan berdua, bersama.

Jangan tanyakan bagaimana kelanjutannya, toh kita semua juga tahu kenapa mereka berdua ga cocok kan? AHAHAHA

Terima kasih atas wisata masa lalunya, Sherina dan Sadam

We owe you a lot